Pernah mendengar tentang somen? Somen adalah sejenis mi tipis asal Jepang yang dibuat dari tepung terigu. Mi ini sangat tipis dan kenyal. Ketebalannya tak lebih dari 1,3 milimeter saja. Somen biasanya disajikan sebagai campuran salad, sup, atau disajikan dengan saus ringan. Saat musim panas, menurut situs Toyohara somen menjadi salah satu hidangan favorit warga Jepang. Disajikan dingin dengan direndam dalam air dan es batu, kemudian dimakan setelah dicelupkan ke dalam saus tsuyu segar yang terbuat dari kecap Jepang, rebusan ikan, mirin, bawang, dan myoga (sejenis jahe dari Jepang).

Kalau orang-orang dari daerah tropis seperti Indonesia mengonsumsi minuman dingin untuk menjaga agar suhu tubuh tidak naik, maka orang Jepang memakan somen untuk membantu agar tubuh tetap dingin.

Warga Jepang punya tradisi unik dalam menyantap somen di musim panas. Biasanya mereka mengolah mi pipih ini menjadi nagashi somen. Mie ditempatkan di atas bilah-bilah bambu yang telah dibelah dan dialiri air dingin. Kemudian di sepanjang batang bambu yang dialihfungsikan sebagai saluran ini berdiri orang-orang yang siap menyantap somen, lengkap dengan sumpit dan semangkuk saus tsuyu di kedua tangan.

Sebelum somen dialirkan di atas batang bambu, biasanya si penyaji akan berteriak "Ikuyo!" sebagai peringatan agar setiap orang bersiap-siap dengan mangkuk tsuyu mereka sebab somen akan segera dialirkan. Begitu somen mengalir di hadapan, mereka harus cepat-cepat menangkapnya dengan sumpit. Mengambil somen licin yang mengalir ini membutuhkan ketangkasan tersendiri. Namun justru di situlah letak keseruannya. Somen yang tidak berhasil diambil biasanya ditampung di ujung bilah bambu, kemudian dimakan ramai-ramai atau dialirkan kembali.
Tak jarang warga Jepang membuat nagashi somen ini untuk dimakan bersama keluarga atau para tetangga saat siang hari yang gerah. Yang tinggal di rumah kecil di kota besar dan kesulitan mencari pohon bambu biasanya membeli mesin nagashi somen kecil untuk diletakkan di meja makan. Mesin ini dirancang untuk mensimulasikan pengalaman makan nagashi somen di rumah, jadi warga kota yang rumahnya kecil tak perlu repot-repot mencari batang bambu terlebih dahulu jika ingin makan somen.

Kedai mi dan restoran pun biasanya ikut menawarkan nagashi somen di musim panas. Bilah dari bambu atau batu tempat helai-helai somen dialirkan ditempatkan di sepanjang tempat makan. Di restoran-restoran mahal biasanya somen dialirkan ke dalam sungai buatan dari batu yang dibangun mengelilingi taman, sehingga pelanggan bisa menikmati mi dingin sambil menikmati keindahan taman ala Jepang.

Anda tertarik silahkan menikmatinya dengan berkunjung kesana :D. Sampai disini dulu..... OK selamat beraktifitas Happy Monday

SUMBER By Admin NC-H